Bukan Cristiano Ronaldo, Messi Punya 1 Pesaing

88prediksibola.com – Bukan Cristiano Ronaldo, Kapten Barcelona serta tim nasional Argentina, Lionel Messi, hanya memiliki satu kompetitor menjadi yang paling baik dalam riwayat sepak bola. Menariknya, pesaing Messi bukan Cristiano Ronaldo. Cristiano Ronaldo sering dipandang seperti lawan kekal Lionel Messi. Ronaldo, yang sekarang menguatkan Juventus, terlebih dulu dikukuhkan jadi juara Ballon d’Or pada 2008.

Bukan Cristiano Ronaldo, Kapten tim nasional Portugal ini kembali memenangkan penghargaan prestise itu pada 2013, 2014, 2016, serta 2017. Jumlahnya trofi Ballon d’Or Ronaldo sejajar dengan Lionel Messi. Messi terima Ballon d’Or pada 2009, 2010, 2011, 2012, serta 2015. Tetapi, bukan Cristiano Ronaldo sebagai kompetitor Lionel Messi menjadi pesepak bola paling hebat selama hidup.

Ini disampaikan oleh striker tim nasional Brasil, Gabriel Jesus. Menurut Jesus, hanya satu figur yang dapat membuat dikit kebingungan dalam memastikan pemain paling hebat ialah kompatriotnya, Ronaldo Nazario. Ronaldo Nazario memang tidak memiliki gelar Ballon d’Or sekitar Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi.

Bukan Cristiano Ronaldo Tapi Ronaldo Nazario

Ronaldo Nazario “sebatas” 2x mendapatkan Ballon d’Or, yaitu pada 1997 serta 2002. Namun, Ronaldo Nazario telah mencicip kesuksesan jadi juara Piala Dunia. Ronaldo Nazario bawa tim nasional Brasil jadi kampiun Piala Dunia pada 1994 serta 2002. Trofi Piala Dunia tidak dipunyai oleh Cristiano Ronaldo serta Lionel Messi.

“Selama hidup saya, saya cuma lihat dikit pesepak bola yang dikatakan sebagai pemain paling baik dalam riwayat,” kata Gabriel Jesus seperti diambil 88prediksibola.com dari Sky Sports. “Buat saya, Messi ialah pemain paling baik yang sudah pernah saya lihat. Penilaian saya dikit terbelah dengan Ronaldo Nazario,” sebut Jesus memberikan tambahan.

Bukan Cristiano Ronaldo

Hasil Copa America – Messi Sial Terus, Brasil Lolos ke Final Tanpa Kebobolan

Timnas Brasil sukses menang 2-0 atas timnas Argentina pada pertandingan semi final Copa America 2019 di Estadio Governador Magalhaes Pinto, Rabu (3/7/2019) pagi WIB. Tim nasional Brasil sukses kuasai laga set pertama serta mendapatkan keunggulan 1-0 karena gol Gabriel Jesus(menit ke-19).

Ketinggalan, tim nasional Argentina berupaya mendesak Brasil walau mereka terus tidak berhasil mengoptimalkan kesempatan yang ada. Intensif serangan Argentina makin bertambah pada set ke-2 untuk memburu keunggulan sang lawan bebuyutan. Tetapi, malah Brasil yang selanjutnya cetak gol di menit ke-71 lewat Roberto Firmino.

Gabriel Jesus kembali menggenggam peranan kunci pada gol ke-2 Brasil dengan catatan assist yang dia bukukan. Kemenangan 2-0 membuat Brasil memiliki hak maju ke set final Copa America 2019 serta akan menanti juara di antara Chile versi Peru. Tim nasional Argentina berupaya keras memburu keunggulan tim nasional Brasil lewat serangan yang lebih intens.

Tiga menit sesudah semprit set ke-2 dibunyikan, Nicolas Tagliafico langsung kirim umpan tepat ke Sergio Aguero. Aguero berupaya melonjak untuk mengambil bola, tapi Thiago Silva dengan sigap menyusul sang penyerang untuk amankan pertahanan tim nasional Brasil. Kesempatan emas ke-2 Argentina kembali ada di menit ke-50, tapi sepakan Lautaro Martinez masih dapat diamankan Alisson Becker dengan gampang.

Dua menit berlalu, Martinez terjebak kerja sama yang lumayan baik dengan Aguero serta Lionel Messi. Kerja sama ketiganya membuahkan umpan terarah untuk Rodrigo de Paul, tapi sepakan sang gelandang cuma tentang tiang gawang Brasil. Selesai digempur Argentina pada awal set ke-2, Brasil mulai keluar untuk menyerang pertahanan musuh.

Lionel Messi hampir bawa Argentina menyamai posisi

Kesempatan paling baik mereka ada di menit ke-56 waktu Gabriel Jesus mengirim umpan ke Philippe Coutinho. Coutinho yang tinggal bertemu dengan Franco Armani tidak berhasil menyelesaikan umpan itu menghasilkan gol. Dua menit berlalu, giliran posisi pertahanan Brasil yang dibikin kerepotan.

Lionel Messi hampir bawa Argentina menyamai posisi melalui sepakannya dari bagian kiri kotak penalti Brasil, tapi Alisson Becker masih dapat mengantisipasinya secara baik. Messi kembali keluarkan usaha maksimumnya untuk bawa Argentina cetak satu gol penyama posisi. Megabintang Barcelona itu coba menggiring bola seseorang diri coba melalui beberapa bek Brasil.

Dani Alves sampai harus menjegal Messi untuk gagalkan upayanya. Argentina pada akhirnya mendapatkan hadiah sepakan bebas dalam jarak dekat sama gawang Brasil. Messi yang kembali jadi pelaksana eksekusi sepakan bebas harus kembali menghela nafas sebab Alisson dengan lincah dapat tangkap bola sepakan Messi.

Terus terserang, Brasil memercayakan serbuan balik untuk dapat meningkatkan pundi-pundi gol. Kecepatan lari Gabriel Jesus betul-betul membuat beberapa bek Argentina kerepotan. Sesudah seseorang diri melalui tiga bek Argentina, Jesus kirim umpan tepat untuk Roberto Firmino yang tidak terkawal di kotak penalti Argentina.

Tanpa ada kesusahan, Firmino mengonversi assist Jesus menghasilkan gol serta bawa Brasil menjauh dari Argentina. Argentina belum menyerah serta terus berupaya tembus posisi pertahanan Brasil di menit-menit yang masih ada. Kesempatan ini, Angel di Maria yang gantikan Marcos Acuna sukses tembus pertahanan Brasil.

Di Maria dikawal ketat oleh Willian hingga tidak berhasil melepas umpan tepat ke Sergio Aguero. Argentina terus berusaha untuk terus menyerang dengan masukkan Paulo Dybala gantikan Nicolas Tagliafico. Usaha itu belum sukses serta Argentina tidak berhasil meluncur ke final Copa America 2019. Brasil memiliki hak maju ke partai final dengan catatan belum kecolongan dari babak group.

Brasil 2-0 Argentina (Gabriel Jesus 19′, Roberto Firmino 71′)

Di bawah ini 88prediksibola.com tampilkan starting XI Brasil versi Argentina:

Brasil (4-2-3-1): 1-Alisson Becker; 13-Dani Alves, 4-Marquinhos (3-Miranda 64′), 2-Thiago Silva, 12-Alex Sandro; 8-Arthur Melo, 5-Casemiro; 9-Gabriel Jesus (15-Allan 80′), 11-Philippe Coutinho, 19-Everton (10-Willian Borges 46′); 20-Roberto Firmino.

Pelatih: Tite

Argentina (4-3-3): 1-Franco Armani; 3-Nicolas Tagliafico (21-Paulo Dybala 86′), 17-Nicolas Otamendi, 6-German Pezzella, 2-Juan Foyth; 8-Marcos Acuna (11-Angel di Maria 56′), 5-Leandro Paredes, 16-Rodrigo de Paul (20-Giovani Lo Celso 67′); 9-Sergio Aguero, 10-Lionel Messi, 22-Lautaro Martinez.

Pelatih: Lionel Scaloni

, , , ,