Wabah Corona Presiden Torino Kecam Akan Latihan

88prediksibola.com – Wabah Corona, Presiden Torino, Urbano Cairo, mencela tim-tim Liga Italia yang akan mengadakan latihan ditengah-tengah wabah virus corona. Ditengah-tengah penebaran virus corona yang menempa Italia, beberapa peserta Serie A merencanakan mengadakan session latihan.

Tim-tim yang disebut di atas ialah Napoli, Lazio serta Cagliari. Ke-3 club itu merencanakan mengadakan latihan di saat dekat. Ditengah-tengah penebaran virus corona yang menempa Italia, beberapa peserta Serie A merencanakan mengadakan session latihan.

Tim-tim yang disebut di atas ialah Napoli, Lazio serta Cagliari. Ke-3 club itu merencanakan mengadakan latihan di saat dekat. Paling paling dekat ialah Cagliari, yang akan memenggelar session latihan pada Minggu (22/3/2020). Selain itu, Napoli akan berlatih pada Rabu (25/3/2020).

“SSC Napoli menginformasikan jika team akan meneruskan training di Pusat Tehnis di hari Rabu 25 Maret dengan session pagi,” Napoli mengatakan seperti dikutip 88prediksibola.com dari situs sah Partenopei. Awalannya Lazio akan ikuti jejak Cagliari serta Napoli pada minggu kedepan, persisnya pada 23 Maret.

Namun, mereka menggagalkan ketetapan itu serta belum menginformasikan kapan akan mengadakan latihan. Ketetapan ke-3 club itu memetik banyak hujatan. Salah satunya yang ikut mengemukakan kecamannya ialah Urbano Cairo.

Menurut Cairo, ketetapan untuk mengadakan latihan ditengah-tengah pandemi virus corona ialah suatu hal yang bodoh. “Saya fikir kami akan bermain kembali ke 10 Maret, tetapi rupanya masih ada yang bicara mengenai berlatih serta kembali bermain,” tutur Cairo seperti diambil 88prediksibola.com dari beINSports.

“Menurut saya, gagasan yang dapat tingkatkan penyebaran itu bodoh. Menjelaskan ‘wilayah saya tidak bermasalah’, itu benar-benar tidak dapat diterima. “Selain itu, ada 16 club Liga Italia yang tidak berpikir untuk mengadakan latihan minggu kedepan,” kata Cairo memberikan tambahan.

Wabah Corona, Tidak mungkin Mengawali Kembali Liga Italia pada Bulan Mei

Seorang pakar epidemiologi di Italia memandang tidak kemungkinan untuk mengawali kembali Liga Italia pada 2 Mei 2020. Saran untuk mengadakan kembali laga Serie A, kelas paling tinggi Liga Italia, pada 2 Mei 2020 sempat disampaikan Presiden Federasi Sepak bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina, Rabu (18/3/2020) waktu ditempat.

Dengan dimulainya kembali persaingan pada 2 Mei 2020, Gabriele Gravina mengharap Liga Italia usai paling lamban pada bulan Juli. Awalnya, semua pekerjaan olahraga Italia sudah dibatalkan sampai 3 April jadi karena wabah virus corona serta memaksakan penangguhan Euro 2020.

“Saya serta tidak mau berpikir jika kami tidak mengawali Liga Italia , akan ada hiatus, membuat kekhawatiran saya buat negara kami,” kata Gravina pada radio Italia, dikutip 88prediksibola.com dari AFP. “Kami sedang kerjakan tesis untuk mengawalinya pada 2 Mei serta mengakhiri kejuaraan yang kemungkinan masuk Juli bila kami tidak mengakhirinya pada 30 Juni,” sebut Gravina.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, memberi dukungan kemauan Gravina itu. “Minimal itu yang kami harap. Kami selanjutnya akan memandang apa akan diadakan tertutup atau terbuka,” kata Spadafora, diambil 88prediksibola.com dar AFP.

Tetapi, tekad untuk mengadakan laga Liga Italia pada 2 Mei 2020 saat ini nampaknya makin mustahil. Pakar epidemiologi di unit pekerjaan Italia, Pierluigi Lopalco, menjelaskan jika mustahil kembali mengawali persaingan sebelum Oktober. Ini karena pandemi virus corona di Italia masih cukup membahayakan sesudah merenggut nyawa beberapa orang.

Pierluigi Lopalco memandang, masyarakat Italia akan kembali kerja

“Saya fikir kelihatannya mustahil buat banyak orang untuk hadiri laga sepak bola sebelum Oktober,” kata Pierluigi Lopalco pada La Repubblica, dikutip 88prediksibola.com dari Football Italia. Pierluigi Lopalco memandang, masyarakat Italia akan kembali kerja, dapat keluar rumah, namun itu tidak berlangsung dalam tempo dekat ini.

“Perkiraan saya ialah jika aksi limitasi gerakan akan bersambung minimal sampai musim panas,” sebut Pierluigi Lopalco. Berdasarkan catatan Worldometers, sekitar 793 orang wafat karena virus corona sepanjang 24 jam paling akhir di Italia. Korban meninggal karena wabah COVID-19 di Italia saat ini sejumlah 4.825 dengan jumlahnya masalah sampai 53.578.

, , , ,